Halo Sobat Batik! Apa kabarnya hari ini? Saya harap Sobat Batik selalu dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Akhir-akhir ini, kalau saya perhatikan di media sosial atau saat sedang asyik scrolling di marketplace, ada satu fenomena fashion yang menarik banget buat dibahas. Rasanya, daster bukan lagi sekadar pakaian “dinas malam” atau baju rumahan yang dipakai pas lagi beres-beres dapur saja. Sekarang, daster sudah naik kelas menjadi daster kekinian yang dicari banyak orang dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja sampai ibu-ibu muda.
Saya pribadi punya cerita sendiri soal daster. Dulu, saya termasuk orang yang agak sungkan kalau harus keluar rumah sebentar, misalnya cuma ke depan rumah buat ambil paket atau beli sayur, masih pakai daster. Rasanya kok kurang rapi, ya? Tapi belakangan ini, pandangan saya berubah total sejak mengenal berbagai koleksi daster kekinian yang motif dan potongannya jauh lebih modis. Ternyata, rahasianya ada pada bagaimana daster tersebut didesain agar tetap fungsional namun punya estetika yang enak dipandang.
View this post on Instagram
Kenapa Sih Daster Kekinian Sekarang Jadi Rebutan?
Mungkin Sobat Batik bertanya-tanya, apa sih yang bikin daster tiba-tiba jadi primadona lagi? Berdasarkan pengamatan saya dan pengalaman mengobrol dengan sesama pecinta batik, ada beberapa faktor utama. Pertama, tentu saja faktor kenyamanan yang tidak terbantahkan. Setelah seharian beraktivitas dengan pakaian formal atau celana jeans yang ketat, mengganti baju dengan daster berbahan rayon yang dingin itu rasanya seperti memberikan napas lega buat kulit kita.
Kedua, tren bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) yang sempat kita jalani beberapa tahun terakhir membawa dampak besar. Banyak orang mencari pakaian yang cukup sopan untuk dipakai saat mendadak ada video call, tapi tetap nyaman untuk duduk berjam-jam di depan laptop. Di sinilah daster kekinian masuk sebagai solusi. Potongannya yang makin modern, pilihan warna yang lebih beragam, dan motif batik yang tidak kaku membuatnya terlihat manis meskipun dipakai seharian.
Selain itu, daster sekarang dianggap sebagai bentuk self-care di rumah. Mengenakan sesuatu yang cantik saat di rumah bisa meningkatkan suasana hati (mood) kita, lho. Saya sering merasa lebih produktif dan bahagia kalau baju rumah yang saya pakai itu punya motif yang indah dan warna yang segar. Jadi, nggak heran kalau daster kekinian sekarang bukan cuma soal kebutuhan, tapi sudah jadi gaya hidup.
Mengenal Karakter Motif di Denmas Batik
Berbicara soal daster kekinian, tentu tidak lengkap kalau kita tidak membahas motifnya. Di Denmas Batik, saya sering melihat koleksi yang menggabungkan antara nilai tradisional dan sentuhan modern. Mari kita bahas satu-satu motif yang biasanya jadi incaran Sobat Batik di sini.
Motif Sogan: Si Klasik yang Tak Pernah Gagal
Bagi penyuka warna-warna bumi atau earth tone, motif Sogan adalah juaranya. Warna dominan cokelat tua, cokelat muda, dan sedikit sentuhan hitam memberikan kesan yang sangat tenang dan elegan. Saya suka daster motif Sogan karena kesannya sangat “Jawa banget” tapi tetap terlihat mewah. Biasanya, motif ini terinspirasi dari lingkungan keraton, sehingga ada aura wibawa tersendiri saat kita memakainya.
Motif Batik Parang: Simbol Kekuatan yang Dinamis
Kalau Sobat Batik ingin daster yang memberikan kesan tubuh lebih jenjang, motif Parang adalah pilihan yang cerdas. Bentuknya yang miring diagonal menciptakan ilusi optik yang bikin pemakainya terlihat lebih ramping. Motif Parang sendiri punya makna tentang kesinambungan dan semangat yang tidak pernah patah. Menggunakan daster motif Parang sambil beres-beres rumah entah kenapa bikin saya merasa lebih bersemangat!
Motif Batik Kawung: Geometris dan Minimalis
Untuk Sobat Batik yang lebih suka gaya simpel dan minimalis, motif Kawung biasanya jadi pilihan utama. Bentuknya yang berupa lingkaran-lingkaran menyerupai buah kolang-kaling yang tersusun rapi memberikan kesan bersih dan modern. Daster dengan motif Kawung seringkali dipadukan dengan warna-warna pastel atau warna cerah, sehingga cocok banget dipakai oleh Sobat Batik yang usianya masih muda.
Pilihan Model Daster di Denmas Batik yang Sesuai Kebutuhan
Setelah memilih motif, hal berikutnya yang tak kalah penting adalah model dasternya. Di Denmas Batik, ada beberapa model yang menurut saya punya keunggulan masing-masing sesuai dengan kebutuhan harian kita.
Model Lowo atau Kelelawar
Model Lowo atau sering disebut daster kalong adalah favorit saya kalau sedang ingin benar-benar bersantai. Potongannya yang lebar dan tidak memiliki jahitan ketat di bagian lengan membuat sirkulasi udara sangat lancar. Ini adalah penyelamat saat cuaca sedang panas-panasnya. Selain itu, model Lowo ini memberikan kesan yang santai namun tetap terlihat stylish. Kalau tiba-tiba ada tamu datang, Sobat Batik tinggal pakai kerudung instan atau sedikit merapikan rambut, dan tetap terlihat sopan.
Model Resleting Depan
Nah, kalau yang satu ini adalah favorit para Ibu menyusui (Busui). Model resleting depan di Denmas Batik didesain agar praktis namun tetap tersembunyi dengan rapi, sehingga tidak merusak tampilan motif batiknya. Tapi jangan salah, model resleting ini bukan cuma buat ibu menyusui saja. Saya pribadi suka model ini karena cara pakainya yang sangat mudah, nggak perlu repot-repot angkat tangan atau kepala, tinggal “slup” dan tutup resletingnya.
Model Kancing Depan
Mirip dengan model resleting, daster kancing depan juga menawarkan kemudahan akses. Bedanya, kancing seringkali menjadi detail estetika tambahan. Kancing-kancing kecil yang berjejer rapi di bagian dada memberikan sentuhan manis seperti memakai gaun mini (dress). Model ini sangat cocok untuk Sobat Batik yang ingin tampilan lebih formal sedikit meskipun cuma di dalam rumah.
Kualitas Bahan yang Bikin Nagih
Satu hal yang saya pelajari dari daster-daster di Denmas Batik adalah pentingnya kualitas bahan. Kebanyakan daster di sini menggunakan bahan rayon yang punya karakteristik “jatuh” dan dingin di kulit. Menurut pengalaman saya, bahan rayon yang bagus itu tidak mudah menyusut setelah dicuci berkali-kali dan warnanya tetap awet. Mengingat daster adalah pakaian yang paling sering dicuci-pakai, durabilitas atau keawetan warna ini sangat penting supaya kita nggak merasa rugi setelah membeli.
Saat disentuh, permukaan kainnya terasa lembut. Tidak ada rasa gatal atau gerah yang mengganggu. Buat Sobat Batik yang punya kulit sensitif, bahan seperti ini benar-benar juara. Itulah kenapa daster Denmas Batik seringkali jadi rekomendasi dari mulut ke mulut.

Cerita Belanja Hemat: Promo dan Harga Terjangkau
Sekarang, mari kita bicara soal yang paling disukai semua orang: Promo! Saya tahu Sobat Batik pasti senang kalau bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang bersahabat di kantong. Kabar baiknya, Denmas Batik cukup sering mengadakan promo menarik yang sayang banget kalau dilewatkan.
Kalau Sobat Batik kebetulan punya waktu untuk mampir langsung ke toko fisik Denmas Batik, seringkali ada promo Beli 1 Gratis 1 untuk item-item tertentu. Ini kesempatan bagus buat Sobat Batik yang mau kembaran bareng saudara, ibu, atau sahabat. Bayangkan, beli satu daster cantik, eh pulang bawa dua!
Lalu, bagaimana kalau Sobat Batik tinggalnya jauh atau lebih suka belanja sambil rebahan? Tenang saja. Di marketplace seperti Shopee, Denmas Batik juga hadir dengan harga yang menurut saya sangat kompetitif. Untuk daster-daster harian dengan motif yang lucu, harganya dibanderol mulai dari 40 ribuan saja. Jujur saja, dengan harga segitu dan kualitas bahan yang didapat, ini adalah sebuah investasi kenyamanan yang sangat murah meriah.
Seringkali saya menyisihkan sedikit uang belanja untuk beli daster baru setiap bulannya. Kenapa? Karena punya daster baru itu rasanya seperti punya semangat baru untuk mengurus rumah tangga atau sekadar bersantai di sore hari sambil minum teh.
Tips Merawat Daster Agar Tetap Awet
Sebelum saya akhiri, saya ingin berbagi sedikit tips supaya daster batik kesayangan Sobat Batik tidak cepat rusak. Walaupun harganya terjangkau, kalau dirawat dengan benar, daster ini bisa tahan bertahun-tahun.
- Cuci dengan Tangan: Jika memungkinkan, hindari penggunaan mesin cuci untuk bahan rayon yang halus. Cukup rendam sebentar dengan deterjen cair, lalu kucek perlahan.
- Hindari Matahari Langsung: Saat menjemur, sebaiknya daster dibalik (bagian dalam di luar) dan jangan diletakkan di bawah terik matahari langsung yang terlalu menyengat agar warna batiknya tidak cepat pudar.
- Setrika Suhu Sedang: Bahan rayon tidak butuh suhu setrika yang terlalu panas. Suhu sedang sudah cukup untuk membuat daster kembali rapi dan siap dipakai.
Jadi, gimana nih Sobat Batik? Sudah ada gambaran mau koleksi motif apa untuk daster selanjutnya? Apakah motif Sogan yang elegan, Parang yang dinamis, atau mungkin daster model Lowo yang super nyaman? Apapun pilihannya, pastikan Sobat Batik memilih daster yang paling bisa membuat Sobat Batik merasa percaya diri dan nyaman saat memakainya.
Daster bukan sekadar baju tidur, tapi adalah bentuk apresiasi kita terhadap diri sendiri untuk bisa tetap tampil manis di rumah. Jangan lupa untuk sering-sering cek koleksi terbaru dan promo di Denmas Batik supaya nggak ketinggalan tren daster kekinian yang lagi hits ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, dan selamat berburu daster idaman!
TAGS: daster batik, daster kekinian, denmas batik, daster murah, daster busui, daster rayon, motif batik sogan, daster lowo KONTEN:
Halo Sobat Batik! Apa kabarnya hari ini? Saya harap Sobat Batik selalu dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Akhir-akhir ini, kalau saya perhatikan di media sosial atau saat sedang asyik scrolling di marketplace, ada satu fenomena fashion yang menarik banget buat dibahas. Rasanya, daster bukan lagi sekadar pakaian “dinas malam” atau baju rumahan yang dipakai pas lagi beres-beres dapur saja. Sekarang, daster sudah naik kelas menjadi daster kekinian yang dicari banyak orang dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja sampai ibu-ibu muda.
Saya pribadi punya cerita sendiri soal daster. Dulu, saya termasuk orang yang agak sungkan kalau harus keluar rumah sebentar, misalnya cuma ke depan rumah buat ambil paket atau beli sayur, masih pakai daster. Rasanya kok kurang rapi, ya? Tapi belakangan ini, pandangan saya berubah total sejak mengenal berbagai koleksi daster kekinian yang motif dan potongannya jauh lebih modis. Ternyata, rahasianya ada pada bagaimana daster tersebut didesain agar tetap fungsional namun punya estetika yang enak dipandang.
Kenapa Sih Daster Kekinian Sekarang Jadi Rebutan?
Mungkin Sobat Batik bertanya-tanya, apa sih yang bikin daster tiba-tiba jadi primadona lagi? Berdasarkan pengamatan saya dan pengalaman mengobrol dengan sesama pecinta batik, ada beberapa faktor utama. Pertama, tentu saja faktor kenyamanan yang tidak terbantahkan. Setelah seharian beraktivitas dengan pakaian formal atau celana jeans yang ketat, mengganti baju dengan daster berbahan rayon yang dingin itu rasanya seperti memberikan napas lega buat kulit kita.
Kedua, tren bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) yang sempat kita jalani beberapa tahun terakhir membawa dampak besar. Banyak orang mencari pakaian yang cukup sopan untuk dipakai saat mendadak ada video call, tapi tetap nyaman untuk duduk berjam-jam di depan laptop. Di sinilah daster kekinian masuk sebagai solusi. Potongannya yang makin modern, pilihan warna yang lebih beragam, dan motif batik yang tidak kaku membuatnya terlihat manis meskipun dipakai seharian.
Selain itu, daster sekarang dianggap sebagai bentuk self-care di rumah. Mengenakan sesuatu yang cantik saat di rumah bisa meningkatkan suasana hati (mood) kita, lho. Saya sering merasa lebih produktif dan bahagia kalau baju rumah yang saya pakai itu punya motif yang indah dan warna yang segar. Jadi, nggak heran kalau daster kekinian sekarang bukan cuma soal kebutuhan, tapi sudah jadi gaya hidup.
Mengenal Karakter Motif di Denmas Batik
Berbicara soal daster kekinian, tentu tidak lengkap kalau kita tidak membahas motifnya. Di Denmas Batik, saya sering melihat koleksi yang menggabungkan antara nilai tradisional dan sentuhan modern. Mari kita bahas satu-satu motif yang biasanya jadi incaran Sobat Batik di sini.
Motif Sogan: Si Klasik yang Tak Pernah Gagal
Bagi penyuka warna-warna bumi atau earth tone, motif Sogan adalah juaranya. Warna dominan cokelat tua, cokelat muda, dan sedikit sentuhan hitam memberikan kesan yang sangat tenang dan elegan. Saya suka daster motif Sogan karena kesannya sangat “Jawa banget” tapi tetap terlihat mewah. Biasanya, motif ini terinspirasi dari lingkungan keraton, sehingga ada aura wibawa tersendiri saat kita memakainya.
Motif Batik Parang: Simbol Kekuatan yang Dinamis
Kalau Sobat Batik ingin daster yang memberikan kesan tubuh lebih jenjang, motif Parang adalah pilihan yang cerdas. Bentuknya yang miring diagonal menciptakan ilusi optik yang bikin pemakainya terlihat lebih ramping. Motif Parang sendiri punya makna tentang kesinambungan dan semangat yang tidak pernah patah. Menggunakan daster motif Parang sambil beres-beres rumah entah kenapa bikin saya merasa lebih bersemangat!
Motif Batik Kawung: Geometris dan Minimalis
Untuk Sobat Batik yang lebih suka gaya simpel dan minimalis, motif Kawung biasanya jadi pilihan utama. Bentuknya yang berupa lingkaran-lingkaran menyerupai buah kolang-kaling yang tersusun rapi memberikan kesan bersih dan modern. Daster dengan motif Kawung seringkali dipadukan dengan warna-warna pastel atau warna cerah, sehingga cocok banget dipakai oleh Sobat Batik yang usianya masih muda.
Pilihan Model Daster di Denmas Batik yang Sesuai Kebutuhan
Setelah memilih motif, hal berikutnya yang tak kalah penting adalah model dasternya. Di Denmas Batik, ada beberapa model yang menurut saya punya keunggulan masing-masing sesuai dengan kebutuhan harian kita.
Model Lowo atau Kelelawar
Model Lowo atau sering disebut daster kalong adalah favorit saya kalau sedang ingin benar-benar bersantai. Potongannya yang lebar dan tidak memiliki jahitan ketat di bagian lengan membuat sirkulasi udara sangat lancar. Ini adalah penyelamat saat cuaca sedang panas-panasnya. Selain itu, model Lowo ini memberikan kesan yang santai namun tetap terlihat stylish. Kalau tiba-tiba ada tamu datang, Sobat Batik tinggal pakai kerudung instan atau sedikit merapikan rambut, dan tetap terlihat sopan.
Model Resleting Depan
Nah, kalau yang satu ini adalah favorit para Ibu menyusui (Busui). Model resleting depan di Denmas Batik didesain agar praktis namun tetap tersembunyi dengan rapi, sehingga tidak merusak tampilan motif batiknya. Tapi jangan salah, model resleting ini bukan cuma buat ibu menyusui saja. Saya pribadi suka model ini karena cara pakainya yang sangat mudah, nggak perlu repot-repot angkat tangan atau kepala, tinggal “slup” dan tutup resletingnya.
Model Kancing Depan
Mirip dengan model resleting, daster kancing depan juga menawarkan kemudahan akses. Bedanya, kancing seringkali menjadi detail estetika tambahan. Kancing-kancing kecil yang berjejer rapi di bagian dada memberikan sentuhan manis seperti memakai gaun mini (dress). Model ini sangat cocok untuk Sobat Batik yang ingin tampilan lebih formal sedikit meskipun cuma di dalam rumah.
Kualitas Bahan yang Bikin Nagih
Satu hal yang saya pelajari dari daster-daster di Denmas Batik adalah pentingnya kualitas bahan. Kebanyakan daster di sini menggunakan bahan rayon yang punya karakteristik “jatuh” dan dingin di kulit. Menurut pengalaman saya, bahan rayon yang bagus itu tidak mudah menyusut setelah dicuci berkali-kali dan warnanya tetap awet. Mengingat daster adalah pakaian yang paling sering dicuci-pakai, durabilitas atau keawetan warna ini sangat penting supaya kita nggak merasa rugi setelah membeli.
Saat disentuh, permukaan kainnya terasa lembut. Tidak ada rasa gatal atau gerah yang mengganggu. Buat Sobat Batik yang punya kulit sensitif, bahan seperti ini benar-benar juara. Itulah kenapa daster Denmas Batik seringkali jadi rekomendasi dari mulut ke mulut.
Cerita Belanja Hemat: Promo dan Harga Terjangkau
Sekarang, mari kita bicara soal yang paling disukai semua orang: Promo! Saya tahu Sobat Batik pasti senang kalau bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang bersahabat di kantong. Kabar baiknya, Denmas Batik cukup sering mengadakan promo menarik yang sayang banget kalau dilewatkan.
Kalau Sobat Batik kebetulan punya waktu untuk mampir langsung ke toko fisik Denmas Batik, seringkali ada promo Beli 1 Gratis 1 untuk item-item tertentu. Ini kesempatan bagus buat Sobat Batik yang mau kembaran bareng saudara, ibu, atau sahabat. Bayangkan, beli satu daster cantik, eh pulang bawa dua!
Lalu, bagaimana kalau Sobat Batik tinggalnya jauh atau lebih suka belanja sambil rebahan? Tenang saja. Di marketplace seperti Shopee, Denmas Batik juga hadir dengan harga yang menurut saya sangat kompetitif. Untuk daster-daster harian dengan motif yang lucu, harganya dibanderol mulai dari 40 ribuan saja. Jujur saja, dengan harga segitu dan kualitas bahan yang didapat, ini adalah sebuah investasi kenyamanan yang sangat murah meriah.
Seringkali saya menyisihkan sedikit uang belanja untuk beli daster baru setiap bulannya. Kenapa? Karena punya daster baru itu rasanya seperti punya semangat baru untuk mengurus rumah tangga atau sekadar bersantai di sore hari sambil minum teh.
Informasi Pembelian
-
-
Website Resmi: cari produk Daster Kekinian di katalog resmi Denmas Batik atau klik Daster Kekinian Denmas Batik
-
Marketplace Shopee: temukan nama produk yang sama di toko resmi Daun Bukit Official atau klik link Daster Kekinian Paling Murah 65rb
-
Panduan cepat: ketik nama produk di kolom pencarian toko, cek variasi motif, pilih ukuran yang sesuai, lalu lanjutkan ke keranjang.
-
Layanan pelanggan: bila perlu, hubungi admin toko untuk ketersediaan motif dan estimasi pengiriman. Hubungi Admin 0881082499997
-
Tips Merawat Daster Agar Tetap Awet
Sebelum saya akhiri, saya ingin berbagi sedikit tips supaya daster batik kesayangan Sobat Batik tidak cepat rusak. Walaupun harganya terjangkau, kalau dirawat dengan benar, daster ini bisa tahan bertahun-tahun.
- Cuci dengan Tangan: Jika memungkinkan, hindari penggunaan mesin cuci untuk bahan rayon yang halus. Cukup rendam sebentar dengan deterjen cair, lalu kucek perlahan.
- Hindari Matahari Langsung: Saat menjemur, sebaiknya daster dibalik (bagian dalam di luar) dan jangan diletakkan di bawah terik matahari langsung yang terlalu menyengat agar warna batiknya tidak cepat pudar.
- Setrika Suhu Sedang: Bahan rayon tidak butuh suhu setrika yang terlalu panas. Suhu sedang sudah cukup untuk membuat daster kembali rapi dan siap dipakai.
Jadi, gimana nih Sobat Batik? Sudah ada gambaran mau koleksi motif apa untuk daster selanjutnya? Apakah motif Sogan yang elegan, Parang yang dinamis, atau mungkin daster model Lowo yang super nyaman? Apapun pilihannya, pastikan Sobat Batik memilih daster yang paling bisa membuat Sobat Batik merasa percaya diri dan nyaman saat memakainya.
Daster bukan sekadar baju tidur, tapi adalah bentuk apresiasi kita terhadap diri sendiri untuk bisa tetap tampil manis di rumah. Jangan lupa untuk sering-sering cek koleksi terbaru dan promo di Denmas Batik supaya nggak ketinggalan tren daster kekinian yang lagi hits ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, dan selamat berburu daster idaman!



